
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan Senin (15/6/2026). Optimisme pasar didorong oleh sentimen global yang lebih kondusif, terutama terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (12/6/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 121 poin atau 2,07 persen ke level 6.007,656.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak naik dengan target pada rentang 6.058 hingga 6.178.
“Pergerakan IHSG diperkirakan masih dapat menguat setelah membentuk pola upward bar. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif yang didukung peningkatan volume transaksi,” ujar Nafan dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pelaku pasar merespons positif perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi menghasilkan kesepakatan damai. Jika tercapai, kondisi tersebut diperkirakan akan membuka kembali akses perdagangan melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik ketegangan geopolitik dunia.
“Normalisasi ini diharapkan dapat meredam lonjakan harga minyak mentah dunia dan menurunkan risiko inflasi global,” jelasnya.
Meski demikian, Nafan mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati mengingat pekan ini merupakan pekan perdagangan yang lebih singkat karena Bursa Efek Indonesia akan libur pada Selasa (16/6/2026) dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah agenda ekonomi penting yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Di antaranya adalah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat terkait keputusan suku bunga The Fed dan proyeksi ekonomi terbaru. Investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga BI Rate.
“Pasar juga mulai mencermati agenda peninjauan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026,” tambah Nafan.
Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Nickel Industries Indonesia Tbk (NCKL), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih berpotensi bergerak bervariasi dengan level support pada rentang 5.962 hingga 6.021 dan resistance pada area 6.106 hingga 6.140.
“IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.106-6.140 sekaligus menguji level MA20. Namun demikian, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi menuju area 5.962-6.021,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.
MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan Senin, yaitu PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Nickel Industries Indonesia Tbk (NCKL), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Dengan kombinasi sentimen positif global dan sejumlah agenda ekonomi penting yang akan berlangsung pekan ini, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan eksternal maupun domestik sebelum mengambil keputusan investasi.
